Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Saturday, June 18, 2011

Manfaat Hipnoterapi Bagi Psikolog

Psikolog belajar Hipnoterapi? Perlukah? Mungkin bagi orang awam, kedua hal tersebut tak ada hubungannya sama sekali. Apa hubungannya psikologi dan hipnoterapi? Tapi tahukah anda bahwa mahasiswa psikologi mempelajari hipnoterapi di bawah tema Transpersonal. Setiap mahasiswa psikologi pasti pernah mendengar tentang hipnoterapi. Kami akan beritahu alasan mengapa sebaiknya seorang psikolog belajar tentang hipnoterapi dan begitu juga sebaliknya.

Seorang psikolog menyelesaikan masalah klien-kliennya dengan berbicara secara sadar. Kadang secara sadar orang dapat berbohong atau memanipulasi keterangan yang diperlukan oleh psikolog. Dengan mempelajari hipnoterapi, seorang psikolog akan belajar berbicara dengan kliennya tidak hanya secara sadar, namun juga secara bawah sadarnya. Bawah sadar tidak bisa dibohongi karena kejujuran setiap orang terletak di pikiran bawah sadarnya. Dengan belajar hipnoterapi, seorang psikolog akan mendapatkan data dan keterangan yang lebih akurat dari kliennya.

Tempat bernaungnya akar masalah terletak di pikiran bawah sadar. Klien seringkali tak menyadari akar dari masalah yang sedang mereka hadapi. Hipnoterapi membantu psikolog untuk lebih mudah menggali akar masalah yang dihadapi klien.

Dalam penyelesaian masalah, terkadang dengan berkonsultasi, masalah klien tidak dapat selesai secara sepenuhnya, dengan hipnoterapi, psikolog dapat lebih cepat menyelesaikan masalah kliennya dengan akar masalah yang secara sadar pun sulit tergali.

Sedangkan manfaat dari Hipnoterapis yang mempelajari psikologi juga tak kalah menguntungkannya. Salah satunya adalah dengan ilmu psikologi yang sudah dimilikinya atau yang sedang dipelajarinya ia akan lebih mudah menganalisa karakter klien yang datang untuk menjalani terapi. Dengan mengetahui secara kilat mengenai karakter sang klien, terapis akan dengan mudah dan segera menemukan metode yang tepat untuk diaplikasikan terhadap klien.

Manfaat lainnya adalah terapis akan tahu bagaimana berbicara dengan klien yang sebenarnya mungkin memiliki masalah yang sulit untuk diselesaikan dengan cara ia berkomunikasi dengan klien dan pemilihan kata yang tepat agar klien tetap merasa optimis untuk menjalani terapi. Terapis belajar membesarkan hati klien dan membantunya untuk berusaha dan berkeyakinan lebih kuat untuk sembuh dari sebelumnya.

Itu mungkin beberapa dari sekian banyaknya manfaat dari apabila Psikolog mempelajari Hipnoterapi dan sebaliknya. Jadi, tunggu apa lagi? Maksimalkan kemampuan anda dengan belajar hal baru! :)





Thursday, April 21, 2011

Mengembangkan Kecerdasan Spiritual

Orang-orang yang memiliki kecerdasan Spiritual termotivasi oleh nilai-nilai pribadi, yang mencakup usaha menjangkau sesuatu selain kepentingan pribadi demi kepentingan masyarakat umum. Orang-orang tersebut memiliki kebijaksanaan dan pengertian terhadap dirinya sendiri dan orang lain yang dicapai melalui pengalaman seumur hidup, penghargaan dan penghormatan kepada kemanusiaan, sikap welas asih ketimbang agresif dan pandangan global. Kemajuan sebuah pengetahuan, penghargaan dan pemahaman terhadap diri sendiri melalui pengetahuan, penghargaan dan pengertian terhadap orang lain merupakan sesuatu yang alami. Jadi sebenarnya cerdas Spiritual itu dimulai dari hal-hal yang sederhana dan dari diri kita sendiri. Kecerdasan Spiritual akan menjadikan diri kita mengetahui posisi yang lebih baik untuk menyusun prioritas hidup, kita lebih bisa “menyentuh” diri kita dan menyadari keberadaan orang lain dan alam semesta. Inilah manfaat dari kecerdasan Spiritual yang dapat kita rasakan dan dari hal ini kita bisa beraktivitas lebih positif serta selalu memberi manfaat bagi lingkungan kita.

Setiap orang dianugerahi kecerdasan Spiritual oleh Tuhan. Berbeda dengan kecerdasan IQ yang dipengaruhi oleh genetika, lingkungan dan fisik seseorang. Kecerdasan Spiritual dapat dikembangkan sesuai dengan kemauan masing-masing individu.

Beberapa latihan dapat ditempuh untuk mengembangkan kecerdasan Spiritual, antara lain :

Kenali diri sendiri.
Kenalilah fisik dan watak anda. Kenalilah perilaku baik dan buruk diri sendiri. Dan kenalilah apa saja yang membuat diri anda merasa senang dan sedih.

Pahamilah orang lain.
Pemahaman yang mendalam terhadap orang lain akan berkembang menjadi suatu kasih yang tumbuh dan penuh tenggang rasa pada mereka.

Kenalilah berbagai ajaran Spiritual.
Mengerti dan mempelajari berbagai ajaran agama dan mengambil manfaat positif untuk kehidupan.

Membacalah!
Pilihlah bacaan-bacaan yang mempertebal iman, memberi kekuatan positif dalam penyelesaian masalah hidup melalui kata-kata bijak maupun ayat-ayat suci. Camkan dalam hati dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari secara teratur.

Pelajari dan kenali alam semesta.
Luangkanlah waktu untuk menikmati alam dan mengamati betapa penciptaan alam ini sangat agung. “Berkomunikasi dengan alam” dapat memberikan ilham, kesadaran dan pemahaman.

Kembangkan rasa humor.
Orang yang memiliki kecerdasan Spiritual tinggi cenderung mempunyai kepribadian yang meluap-luap, riang gembira, memiliki rasa humor, merasa senang akan kejenakaan dan keajaiban di sekitarnya.

Hal-hal baik dalam kehidupan.
Buatlah catatan dalam diri anda tentang segala hal kebaikan dalam hidup anda. Sadarilah betapa banyak pemberian yang anda peroleh dari alam semesta, orang di sekitar dan lingkungan hidup anda. Temukan dan carilah manfaat dari segala hal di sekeliling, termasuk manfaat penjepit kertas.

Kenalilah nilai-nilai diri.
Luangkanlah waktu untuk merenungkan dan mencatat tentang nilai, sikap dan cita-cita yang anda hargai. Tanyakan pada diri sendiri :”mengapa?”. Pastikan tindakan anda mencerminkan nilai-nilai diri anda sendiri. Misalnya : bila anda memiliki nilai “kejujuran”, apakah tindakan anda telah mencerminkan “kejujuran” dalam segala situasi?

Beramal.
Beramal berarti peduli akan masyarakat yang lebih luas di tempat tinggal anda tinggal, dan mengambil bagian dalam kehidupannya. Tidak hanya memberi dana atau menjadi relawan saja, tetapi anda bisa memberi pertolongan pada teman sekantor, membantu orang cacat menyeberang jalan, atau memberi petunjuk arah bagi orang tersesat.

Benda material.
Sikap rohaniah bukanlah sikap yang menyangkal kehadiran benda-benda jasmani, sikap rohaniah menerima benda-benda jasmani sebagai anugerah dan menyadari bahwa benda tersebut indah sekaligus fana. Sikap rohaniah adalah merasa senang bila memperoleh sesuatu, tetapi akan merasa lebih senang bila bertindak memberi.

Puasa otak.
Apakah televisi dan berita-berita sedih di surat kabar sering mengganggu ketenangan rohani anda? Istirahatkan diri anda dari gangguan tersebut dan berilah waktu khusus untuk menenangkan jiwa anda.

Lepaskanlah beban lebih Anda.
“Kalau anda ingin mencapai puncak gunung, anda harus membuang beban di punggung anda!”.

Isilah kembali diri rohaniah Anda setiap hari.
Temukan cara untuk menyegarkan jiwa anda, apapun itu, semisal hening untuk sesaat, menolong orang lain, mengejar suatu tujuan rohani, bermeditasi ataupun berdoa dengan sungguh-sungguh.

Susunlah visi Anda.
Tetapkanlah visi hidup anda dengan jelas dan susunlah seindah mungkin. Secara bertahap tentukan keputusan hidup anda sesuai dengan tujuan hidup anda dan hayatilah hidup sesuai dengan visi anda tersebut. 

Penulis : Iffah Rosyiana - Psikolog 

Friday, April 1, 2011

2011, Yuuuk Lebih Asertif!!

Baru saja kita memasuki tahun baru 2011... Wahhh... senengnya... Seperti pada saat ini saya dapat menyapa pembaca untuk menulis lagi di Rubrik Psikologi Majalah FAKTA yang kita cintai ini. Ada banyak yang bisa kita perbaiki dan kita bangun agar kehidupan ke depan lebih baik dari sebelumnya. Mulai sekarang saya dan sejawat akan berbagi pengalaman di bidang psikologi terapan dan pengembangan SDM. Semoga dapat membawa manfaat untuk saling mengingatkan dan meningkatkan motivasi sekalipun di rubrik yang “mungil” ini.

Kali ini saya akan berbagi tentang sikap ASERTIF. Apa sebenarnya asertif itu ? Secara sederhana, asertif adalah suatu ciri kepribadian seseorang yang memiliki kemampuan untuk menyatakan pendapatnya, idenya, kekritisannya, perasaannya dengan cara-cara yang tidak menyakiti hati orang lain. Orang-orang yang memiliki sikap asertif adalah orang yang berani mempertahankan hak sendiri namun tidak mengabaikan hak orang lain. Ia juga melibatkan perasaan dan kepercayaan pada orang lain. Dalam penampilannya ia percaya diri, terbuka, langsung, jujur dan tepat. Kebalikannya pada sikap orang yang tidak asertif, ia cenderung menghindar dari ekspresi perasaan yang seharusnya bisa ia tampilkan. Ia seringkali gagal mempertahankan diri dan memadamkan ide maupun kepercayaan dirinya.

Keuntungan untuk bersikap asertif dalam lingkungan adalah :
  • Lebih mudah memberi dan menerima pujian. 
  • Mampu menghindarkan diri dari orang yang menginginkan pertolongan yang tidak
  • masuk akal.
  • Mampu mengatasi gangguan yang kecil dan mencegahnya untuk menjadi konflik.
  • Tampil percaya diri dan independen dalam berperan, lebih ekspresif sehingga terhindar dari waktu dan akal Anda sendiri.
Sikap asertif selain dapat memudahkan urusan pribadi juga dapat menghindari konflik yang berkelanjutan dengan orang lain sekalipun terkadang orang memandang bahwa sikap asertif sebagai perilaku yang kasar.

Beberapa tips untuk menjadi lebih asertif namun tetap ramah yaitu : aktif mendengarkan, berani mengungkapkan perasaan dengan bahasa yang santun dan senyum, menghindari konflik dengan intonasi kata yang rendah, bahasa tubuh yang tenang dan selalu membuka diri terhadap kritik dan saran orang lain serta jangan lupa ucapkan pujian yang semestinya dan terimakasih dengan lawan bicara kita di akhir pembicaraan(R.26)

Oleh : Iffah Rosyiana, M.Psi (Konsultan, Praktisi HRD dan Dosen di Surabaya)
Sumber : Majalah Fakta No. 562