Showing posts with label Humaniora. Show all posts
Showing posts with label Humaniora. Show all posts

Friday, June 17, 2011

Mereka yang Tak Sengaja Populer

Banyak orang di dunia melakukan berbagai cara untuk meraih popularitas, karena popularitas diyakini berbanding lurus dengan gemuknya pundi-pundi uang.

Meski demikian, yang namanya rezeki, walau dikejar sampai cucuran keringat terakhir habis, bila Tuhan tak mengijinkan, maka rezeki tak akan jatuh ke pangkuan kita. Apalagi jika rezeki itu dicari dengan cara-cara tak halal atau menghalalkan segala cara.

Namun, ada juga yang mendadak jadi populer bukan atas kemauannya sendiri alias tanpa sengaja, dan rezeki pun mengalir deras. Atau sebaliknya, rezeki diperoleh duluan, dan popularitasnya justru berdampak menjauhinya.

Berikut ini beberapa orang Indonesia yang mendadak populer tanpa sengaja atau diharapkannya yang berhasil dihimpun oleh MP2. Sosok-sosok yang bisa disebut "zero to hero" atau "zero to nero" (ini istilah saya sendiri sebagai padanan "zero to hero" namun dalam arti negatif). Mereka adalah :

Ponari

Bocah SD asal Jombang ini mendadak populer berkat batu ajaibnya yang diyakini mampu menyembuhkan berbagai penyakit. 

Batu "ajaib" yang diperoleh setelah ia melihat petir menyambar batu di dekat rumahnya itu telah menghipnotis puluhan ribu orang dari berbagai daerah dengan harapan bisa sembuh dari penyakit yang dideritanya. Caranya, Ponari mencelupkan batu ke dalam wadah yang dibawa oleh pasien. Begitu banyaknya orang yang harus dilayani, hingga Ponari harus digendong berkeliling untuk mencelupkan batunya.

Berdasarkan analisa seorang arkeolog UI, batu petir Ponari diperkirakan sebuah peralatan batu prasejarah periode Neolitikum.

Di masa kejayaannya tahun 2009 lalu ia mampu meraup berkah hingga Rp. 1 Milyar yang dikutip dari pasien-pasiennya secara sukarela. Belakangan polisi terpaksa menutup tempat praktik si dukun cilik karena dua pasiennya tewas kelelahan saat mengantre.

Meski tidak sepopuler dulu dan sudah dinyatakan ditutup, tapi masih saja orang yang datang untuk mendapatkan pelayanan Ponari.

Demikian populernya Ponari kala itu hingga menarik minat beberapa orang untuk menuangkan ide kreatifnya, salah satunya adalah memelesetkan salah satu merek minuman suplemen. Ini karya-karya kreatif itu :


Prita Mulyasari

Siapa yang tidak tahu Prita Mulyasari? Ibu 2 anak ini populer lantaran persengketaan dirinya dengan sebuah rumah sakit swasta bertaraf internasional di Tangerang tahun 2009 lalu. Bahkan presiden SBY pun turut memberikan perhatian atas kasus itu.

Kasus hukum yang berawal dari curhatnya kepada teman-temannya via e-mail akibat buruknya pelayanan rumah sakit yang dialaminya tersebut, tanpa diketahui asal-usulnya, merebak ke seantero negeri hingga membuat pihak rumah sakit berang dan menyeretnya ke meja hijau.

Masyarakat yang merasakan adanya ketimpangan keadilan pada kasus Prita pun tak tinggal diam. Berbagai dukungan terhadap Prita mengalir, baik melalui dunia maya (facebook) maupun dalam bentuk pengumpulan koin untuk membayar ganti rugi yang dituntut oleh rumah sakit tersebut.
Meski bukan dalam bentuk finansial, namun besarnya dukungan dari masyarakat merupakan rezeki tak terhingga bagi Prita Mulyasari. Ini beberapa poster/ iklan dukungan terhadap Prita :


Gayus Tambunan

Barangkali tak pernah sedikitpun terbersit dalam benak Gayus untuk menjadi populer sebagaimana yang layaknya selebriti. Baginya yang penting menumpuk harta demi memenuhi rasa hausnya akan materi, meski caranya tidak terpuji.

Begitu kasus yang membelitnya terungkap, pria yang bernama lengkap Gayus Halomoan Tambunan ini jadi lebih selebriti daripada selebriti itu sendiri. Berbagai media cetak dan elektronik, dalam dan luar negeri, menampilkan dirinya hingga berhari-hari dalam kurun waktu tahun 2010 dan layak saya masukkan di sini.

Gayus yang pegawai negeri sipil golongan III A di sebuah kantor pajak di Jakarta didakwa atas tuduhan korupsi dan penggelapan dana pajak masyarakat senilai hingga Rp. 25 Miliar. Atas dakwaan penggelapan itu Gayus divonis 1 tahun penjara.

Sebagai bentuk kekesalan atas ulah Gayus, sejumlah orang melakukan rekayasa foto-foto Gayus menjadi karya yang unik dan mengundang senyum. Bahkan ia dibuat nyelip di antara rombongan presiden SBY yang tengah menyaksikan pertandingan final sepak bola piala AFF 2010 :


Malinda Dee

Wanita cantik yang menonjol di awal 2011 ini memang layak ditonjolkan di sini. Selain karena kepiawaiannya membobol dana nasabah Citibank sebesar Rp. 17 Milyar, ia memiliki asset pribadi yang lumayan menonjol hingga membuat mabuk kepayang kaum pria hidung besar belang.

Walhasil, wanita bernama asli Inong Malinda ini mendadak jadi buah bibir di mana-mana. Berbagai situs, blog maupun grup blackberry, di samping media massa tentunya, berlomba-lomba menampilkan foto-fotonya yang seksi. Kasus pembobolannya sendiri nyaris tak terdengar, kalah gaungnya dengan asset berharga miliknya.

Belakangan diberitakan, asset tersebut bermasalah, sehingga perlu perawatan medis yang kemudian menimbulkan kontroversi, karena pihak kepolisian akan menggunakan fasilitas jamkesmas untuk membenahi asset Malinda Dee. Jamkesmas sendiri sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Lagi-lagi, kasusnya tenggelam oleh asset yang menonjol itu.

Berikut ini beberapa foto MD yang menghebohkan sekaligus mendebarkan :


Ada juga yang iseng membuat seperti ini :


Briptu Norman Kamaru


Anggota Brimob dari Gorontalo ini meraup popularitas sekaligus rezeki tak terduga berkat video lipsync-nya menyanyikan lagu Chaiyya Chaiyya, yang dipopulerkan oleh artis Bollywood, Shakrukh Khan, dengan gaya kocak menirukan gaya sang artis (walau baginya itu biasa). Tak terduga karena video yang direkam dengan kamera ponsel itu diam-diam diunggah ke YouTube oleh seorang temannya.

Hanya dalam kurun waktu 2 minggu sejak diunggah, kepopulerannya melesat dan membuat heboh. Jauh lebih heboh dari Jojo-Shinta yang lebih dahulu populer lewat media yang sama. Juga Udin Sedunia.

Hampir semua stasiun TV di Indonesia mengundangnya untuk tampil dan pastinya, mendapuknya untuk menyanyikan Chaiyya Chaiyya. Kapolri sebagai atasan tertingginya pun tergelitik untuk menanggapnya. Saat diarak di jalanan ia disambut bak selebriti ternama. Masyarakat mengelu-elukannya di mana pun dia berada. Luar biasa!

Kini, walau kepopulerannya pudar, tapi Briptu Norman Kamaru telah meraup rezeki melimpah, buah dari bakat yang dimiliknya. Jika Anda belum menyaksikan video rezeki Norman, silakan lihat di sini :


M. Nazaruddin

Media massa akhir-akhir ini sibuk meliput kader Partai Demokrat, M. Nazaruddin, tak kalah sibuk dengan instansi terkait yang menangani kasusnya.

Betapa tidak. Setelah mencuatnya dugaan suap Sesmenpora terkait pembangunan wisma atlit SEA Games di Palembang, M Nazaruddin tiba-tiba sakit dan harus berobat di Singapura. Upaya memulangkan dirinya ke Indonesia yang hingga kini masih belum membuahkan hasil membuat namanya makin berkibar. Bahkan, Partai Demokrat tempat ia bernaung pun tak kuasa berbuat banyak untuk menghadirkan dirinya sebagai saksi di KPK.

Kekukuhannya bertahan di Singapura memunculkan berbagai spekulasi yang membuatnya makin tersudut. Istrinya pun akhirnya juga harus berurusan dengan hukum karena dugaan kasus serupa di Jember, Jawa Timur.

Berita terakhir di Metro TV, M. Nazaruddin membantah jika dirinya adalah oknum dalam kasus suap Sesmenpora. Ia menuding beberapa rekan separtainya yang terlibat. Salah satunya adalah Angelina Sondakh, istri alm. Adjie Massaid.

Apapun yang terjadi, ia sudah terlanjur populer.

Alifah Ahmad Maulana & Ny. Siami

Ibu-anak warga Surabaya kini bisa sedikit bernafas lega. Semenjak kasus contek massal diungkapnya, Siami, ibunda Alifah Ahmad Maulana (AAM), murid SDN Gadel II yang ditugasi oleh gurunya untuk memberikan contekan kepada teman-teman sekelasnya saat menghadapi ujian nasional (unas), harus mengungsi bersama keluarganya ke Gresik karena dimusuhi, dikucilkan, bahkan diusir oleh warga yang notabene teman-teman dan tetangganya sendiri.

Meski masih menjadi polemik mengenai benar tidaknya contek massal tersebut, Siami dan AAM mendapatkan pujian dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh-tokoh terkemuka seperti Wakil Ketua DPR Pramono Anung, anggota Komisi II DPR Ramadhan Pohan, sosiolog Imam B. Prasodjo, pengacara Todung Mulya Lubis, dan lain-lain atas kejujurannya yang berbuah pahit itu. Bahkan salah satu instansi memberi gelar AAM sebagai pahlawan kejujuran.

Di lain pihak, baik Walikota Surabaya maupun Mendiknas, membantah keras adanya kasus contek massal di wilayah kerjanya. Hal ini berdasarkan evaluasi atas hasil unas para siswa yang menunjukkan tidak adanya jawaban yang seragam.

Pernyataan Mendiknas menuai kecaman dari Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait. Ia menuding Mendiknas telah mengkriminalisasi AAM karena secara tidak langsung ia mengklaim kalau AAM bohong.

Itulah tadi orang-orang yang tanpa sengaja meraih popularitas tanpa mereka pernah memimpikannya. Mana yang "zero to hero" mana yang "zero to nero", silakan Anda tentukan sendiri. (mp2)

Foto-foto dari berbagai sumber.



Monday, April 25, 2011

Bagaimana kabar Briptu Norman Kamaru saat ini?

Ya, bagaimana? Info terakhir, ia jatuh sakit akibat kelelahan. Berikut ini beritanya yang saya kutip dari VIVAnews Kamis, 21 April 2011 :
VIVAnews - Kesehatan Briptu Norman turun drastis sejak Rabu kemarin. Ia dilarikan ke Poliklinik Mapolda Gorontalo untuk mendapat perawatan intensif. Akibatnya, Briptu Norman gagal menghibur ribuan warga Gorontalo, Rabu malam tadi.

Padahal, kegiatan yang digelar sebagai syukuran menyambut Briptu Norman tersebut sudah dipersiapkan sejak awal pekan lalu. Seperti mendirikan panggung besar di lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo, karena akan ditonton langsung Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail bersama muspida setempat.

“Apa boleh buat sebagai manusia hanya berencana, Briptu Norman harus batal menghibur warga Gorontalo yang telah menantikannya karena sakit,” kata Kepala Divisi Humas Polda Gorontalo, Ajun Komisaris Besar Polisi Wilson Damanik, yang saat dihubungi dari Makassar, Kamis, 21 April 2011.

Sebagai gantinya, acara syukuran tersebut menjadi acara doa bersama untuk Briptu Norman Kamaru. Doa bersama tersebut dipimpin oleh Dansat Brimob Polda Gorontalo, AKBP Anang Sumpena. Dansat Brimob, kata Wilson, mengajak seluruh masyarakat Gorontalo yang memadati lapangan tersebut untuk menundukkan kepala seraya mendoakan Briptu Norman.

"Doa itu sangat wajar, sebab Briptu Norman dianggap sebagai sosok yang telah mengharumkan nama Gorontalo secara menasional,” ujarnya lagi.

Pada kesempatan sama, kedua orang tua dari Briptu Norman, yakni Idris Kamaru dan Halimah Martinus juga tampil dihadapan masyarakat Gorontalo. Mereka menjelaskan alasan Briptu Norman batal menghibur mereka. Atas dasar itu juga, kedua orang tua dan kepolisian Gorontalo meminta maaf atas batalnya Briptu Norman tampil.

"Ini bukan kesengajaan, kondisinya memang tidak memungkinkan untuk tampil. Mudahan-mudahan bisa segera sembuh, agar bisa kembali menghibur warga Gorontalo,” kata Wilson lagi.

Seperti diketahui, Briptu Norman yang baru satu hari menginjakkan kaki di kampung halamannya setelah 12 hari menjadi artis di Ibukota, jatuh sakit karena kelelahan. Ia mengaku lemas, pusing dan mata berkunang-kunang. Hingga kamis pagi, Briptu Norman dilaporkan masih di Poliklinik Mapolda Gorontalo. Meski masih diinfus, namun kondisinya sudah jauh lebih baik.

Rahmat Zeena | Makassar
• VIVAnews 

Dalam salah satu wawancara dengan media, Briptu Kamaru menyatakan akan kembali ke Jakarta tanggal 26 April besok. Mudah-mudahan bisa terlaksana, Briptu. Jujur saja, kehebohan masyarakat menyambutmu tak kalah luar biasanya dengan sambutan pada Justin Bieber yang Sabtu kemarin manggung di Sentul.

Wednesday, April 20, 2011

Bocah 5 Tahun Mampu Rawat Ibu Lumpuh

Sindo, 20 April 2011 - Kisah anak saleh yang berbakti kepada ibu kandungnya terjadi di Kabupaten Nganjuk. Muhammad Aditya Firmansyah, bocah berusia lima tahun, sudah mampu memasak, mencuci, membersihkan rumah, hingga menyiapkan air untuk mandi sang ibu.

Ibu beruntung yang memiliki anak saleh itu adalah Sunarti, 44. Kaki wanita yang tinggal di Jalan Wilis gang IIA Lingkungan Jarakan, Kelurahan Ganung Kidul, Kecamatan/ Kabupaten Nganjuk, sudah lumpuh sejak empat tahun lalu. Kisah perjuangan Adit bermula pada tahun 2007. Sunarti tiba-tiba terpeleset di rumahnya, di Dusun Baran, Desa Joho, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Akibat kejadian itu, kaki Sunarti langsung lumpuh. Bagian pinggul ke bawah sudah tidak lagi berfungsi seperti semula.

Hal itu membuat Sunarti hanya bisa terbaring di tempat tidur saja. Saat itu,usia Adit berusia tiga tahun dan suami Sunarti, Rudi,45, terpaksa tidak bisa mengurus istrinya setiap hari. Rudi terpaksa berpindah-pindah kota karena bekerja serabutan. Rudi hanya bisa pulang seminggu sekali. Dengan terpaksa, Sunarti harus menyuruh Adit untuk melakukan hal-hal yang ringan di rumah.

Menurut Sunarti, Adit belum bisa berkata dengan jelas saat itu. Meski demikian, Adit rupanya sudah bisa diajak berkomunikasi dan melakukan apa yang disuruh Sunarti. ”Saat itu, saya hanya menyuruh dia mengambil makanan dan minuman saja, namun ternyata dia bisa menyapu juga,” ungkap Sunarti. Lantas kemanakah saudara Sunarti atau Rudi yang lain? Adit sebenarnya bukanlah satu-satunya anak Sunarti. Dari pernikahan sebelumnya Sunarti memiliki tiga anak.

Dua anaknya ada di Jember dan satu anaknya lagi berada di Nganjuk.Namun ketiga anaknya tersebut tidak pernah menjenguk. Akhirnya, Sunarti terpaksa hidup dikontrakannya. Segala keperluannya, disediakan Adit yang kini menginjak usia lima tahun. Kehadiran Adit membuat Sunarti sangat merasa tertolong. Adit sudah terampil melakukan pekerjaan sehari-hari.

”Kalau sekarang Adit sudah bisa memasak nasi, tapi saya yang membersihkan berasnya, kalau mencuci, ayahnya yang mengajari saat pulang. Dia bisa meneruskan sendiri,” papar Sunarti. Menurut dia, Adit tidak pernah mengeluh dengan pekerjaan membantu ibunya. ”Saya tidak pernah menyuruh, dia melakukannya sendiri setiap hari. Dia juga tidak pernah mengeluh capek atau apapun, anaknya diam saja,” ungkapnya.

Meski demikian, Sunarti juga menyadari bahwa Adit hanyalah anak-anak. Adit juga membutuhkan waktu bermain. ”Biasanya ya bermain dengan temannya,pamit kalau mau bermain. Tapi saya selalu pesan jangan jauh-jauh. Tanpa dipanggil kalau sudah sore, Adit pulang dan melakukan pekerjaan rumah lagi tanpa saya suruh,” jelasnya. Bagaimana tanggapan Adit? Bocah yang seharusnya sudah masuk taman kanak-kanak ini hanya malu-malu.”Saya bantu karena ibu saya sakit,” kata Adit kepada para wartawan. 

MUSLIKAH
Nganjuk           

Sumber : www.seputar-indonesia.com

---

Balita Ini Terpaksa Jadi Tulang Punggung Keluarga

Situslakalaka - Kesibukan Aditya (5) tidak seperti anak seusianya. Sejak pagi hari balita ini harus membantu membersihkan rumah, mencuci piring, dan mencuci pakaian layaknya orang dewasa.

Belum lagi merawat Sunarti, sang ibu. Namun sesekali jika semua pekerjaan sudah selesai, Aditya baru bisa bermain dengan teman-teman sebayanya. Akan tetapi saat sedang bekerja, Aditya tidak pernah mau diajak bermain.

Iya, inilah aktivitas yang dilakukan Aditya sejak ibunya menderita lumpuh. Perhatian yang luas dari masyarakat, akhirnya Aditya menerima bantuan dari berbagai pihak.

Sejak diberitakan di sejumlah media, bantuan seperti beras dan uang terus mengalir ke rumah bocah ini, Selasa (19/4/2011).

Tak ingin ketinggalan, warga di sekitar tempat Aditya tinggal juga terus mengupayakan sejumlah bantuan kepada pemerintah kecamatan dan kabupaten nganjuk, di antaranya pengobatan gratis bagi Sunarti.

Selain itu, warga juga mengupayakan agar Aditya dapat masuk ke sekolah TK mengingat balita ini sangat ingin bersekolah seperti teman-temannya.

“Saya sangat ingin masuk sekolah namun ibu tak punya biaya,” kata balita ini dengan polos.

Agung, ketua RT dan warga di sekitar tempat Aditya tinggal berencana akan mengupayakan agar impiannya bersekolah dan mengaji dapat terwujud. Warga berharap pemerintah mau turun tangan dalam masa penerimaan siswa baru mendatang, sehingga Aditya bisa masuk sekolah dengan gratis.